Home

Selamat Datang Ke Laman NurSKBM -- Sesungguhnya saat yang paling dekat antara dirimu dengan ALLAH Subhanahu wa Ta'ala, iaitu apabila engkau sedang bersujud kepadaNya. Dan saat yang paling berbahagia adalah ketika engkau ikhlas kepadaNya. Saat yang paling lapang bagimu adalah ketika engkau berzikir kepadaNya. Dan saat dimana engkau paling berharap kepadaNya adalah ketika engkau berdo'a kepadaNya
( SKBM 100 TAHUN PADA 2010)

Wednesday, January 9, 2008

Kisah Ibuku Berbohong

Cerita ini bermula ketika aku masih kecil, aku lahir sebagai seorang anak lelaki di sebuah keluarga yang miskin. Untuk menyediakan makanan saja seringkali terputus. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil menyekokkan nasi ke pingganku, ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tidak lapar” —PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai semakin dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu lapangnya untuk pergi memancing di sungai dekat rumah, ibu berharap dari ikan daripada hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan yang lebih berzat untuk pertumbuhan. Sepulang dari memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mambangkitkan seleraku. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih ada di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku hiba melihat ibu seperti itu, hatiku juga tersentuh, lalu menggunakan suduku aku memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, ibu tidak suka makan ikan” —-PEMBOHONGAN IBU YANG KE DUA

Apabila aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai persekolahan abang dan kakakku, ibu serangkali membuat kuih untuk dijual di pasar. Hasil jualan itu memberikan sedikit wang untuk belanja sokolah aku dan adik beradik. Di kala tengah malam, aku terbangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih tekun membuat kuit untuk dijual pada esokharinya. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu kena bekerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu tidak mengantuk, bila habis ibu tidurlah” —PEMBOHONGAN IBU YANG KE TIGA

Ketika peperiksaan tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi mengambil peperiksaan. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang sabar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu enak itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibasahi peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, ibu tidak haus!” —PEMBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT

Setelah pemergian ayah karena sakit, ibu berperanan sebagai ayah dan ibu. Dengan melakukan pekerjaan dia yang dulu, ibu harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga ku pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat keadaan keluarga yang semakin teruk, ada seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku, baik masalah besar maupun masalah kecil. Jiranku yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan ku yang begitu sengsara, seringkali menasihati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasihat mereka, ibu berkata : “Saya tidak perkukan cinta dan perkahwinan lagi” —PEMBOHONGAN IBU YANG KE LIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu ku sudah tua tidak lagi kuat. Tetapi ibu tidak mahu menyusahkan anak anaknya, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit kuih untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di kota sering mengirimkan sedikit wang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima wang tersebut. Malahan mengirim balik wang tersebut. Ibu berkata : “Ibu sudah ada duit” —PEMBOHONGAN IBU YANG KE ENAM

Setelah lulus dari ijazah, aku pun melanjutkan pelajaran untuk buat master dan kemudian memperoleh master di sebuah universiti ternama di Amerika berkat sebuah biasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Kota. Tetapi ibu yang baik hati, tetap tidak mahu menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : “Ibu tak biasa tinggal di kota besar” —PEMBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus, harus dirawat di hospital, aku yang berada jauh di kota terus segera pulang untuk menjenguk ibunda yang tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah ditilam lusuhnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun dengan senyum yang terpancar di wajahnya, aku dapat mengesan penderitaan sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tenang berkata : “Jangan menangis anakku, Ibu tidak sakit” —PEMBOHONGAN IBU YANG KE KELAPAN.

Setelah mengucapkan pembohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.


Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih ibu..!” Coba difikir-fikir, sudah berapa lamakah kita tidak menelefon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktiviti kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan isteri dan kawan kita, kita pasti lebih peduli dengan mereka. Buktinya, kita selalu risau akan kabar istari dan suami , anak anak kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah bertanya kabar pada orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, cuba kita renungkan kembali lagi… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.


Ibu, aku sayang dan rindu pada mu IBU. Tempatlah ibuku dikalangan orang yang beroleh rahmat. Amin.

Petikan : Cerita Motivasi



Fokus Pada Kelebihan Diri

“Murid murid, coba tuliskan apa tiga kelebihanmu, ” kata seorang guru yang hari itu menjadi pembimbing motavasi bagi sekolah rendah ini.

Beberapa minit berlalu namun anak-anak kecil itu seakan masih bingung.

Justeru itu, sang guru kemudian bersuara keras : “Cepat, tuliskan! Kalau tidak, saya akan denda kamu semua.” Anak-anak manis itu seketika menjadi kelam kabut.

Beberapa di antara mereka, mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang mengikut kata ibu. Kadang-kadang membantu ibu. Kadang-kadang memberi adik makan.”

Penuh rasa hairan, sang guru bertanya kepadanya : “Kenapa ditulis kadang-kadang? “. Dengan wajah penuh jujur, sang murid hanya berkata : “Memang kadang-kadang, cikgu”

Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian melanjutkan iarahannya seperti berikutnya : “Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahanmu atau hal-hal yang buruk dalam dirimu.”

Seketika ruangan kelas menjadi riuh rendah. Murid murid nampak bersemangat. Salah satu dari mereka angkat tangan dan bertanya : “Tiga saja, cikgu?”. “Ya, tiga saja!” jawab Guru itu. Anak tadi langsung menyambung : “Cikgu, jangankan tiga, sepuluh pun saya boleh!”.


Apa pelajaran yang boleh kita ambil dari cerita sederhana itu?
Saya menangkap setidaknya ada beberapa hal penting yang boleh kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri kita karana orang di sekitar kita hanya sering mengatakan kepada kita kekurangan kita sahaja bukannya kelebihan kita.

Baru-baru ini, saya dan istri saya menyaksikan di sebuah television swasta memperagakan pertunjukkan seni dari orang orang cacat. Kami benar-benar terharu. Ada orang buta yang begitu pandai bermain piano atau gendang. Lelaki dan wanita muda yang tak dapat mendengar dapat menari dengan begitu indahnya. “Luar biasa, dia boleh menari dengan penuh penghayatan. Yang membuat saya heran, dia kan tidak boleh mendengar tapi mahir mengikuti irama lagu dengan sangat tepat?”, kata istri saya kagum.

Seorang pemuda buta yang bernyanyi dengan nada merdu sempat berkata, “Saudaraku, saya memiliki dua mata seperti Anda. Namun yang ada di depan saya hanyalah kegelapan. Ibu saya mengatakan saya boleh bernyanyi, dan ia memberi saya semangat untuk bernyanyi.”

Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : “Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandang dan menyesali pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita.”

Fokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita.

Tuesday, January 8, 2008

Biodata Iblis!!

Pengenalan diri

Nama sebenar : Iblis Laknatullah
Nama glamour : Hantu,syaitan,pelesit,jembalang,langsuir dll
Kelahiran : Bermula dari keengganannya sujud kepada Nabi Adam a.s
Status diri : Fasik kelas pertama
Agama : KufurTempat Tinggal : Di hati-hati mereka yang lalai
Alamat Tetap : Neraka jahanam
Isteri : Setiap wanita yang tidak menutup aurat, tidak mentaati Allah,Rasul dan suaminya
Kaum kerabat : Semua golongan yang menentang dan memusuhi Allah

Cita-Cita
Modal pusingan : Angan angan kosong dan tipu daya yg halus
Tempat pertemuan : Konsert-konsert hiburan,Pasar-pasar dan di semua tempat jual beli
Musuh ketat : Setiap orang Islam yang beriman dan bertakwa
Sahabat karib : Anak-anak Adam
Motto kerja : 'Hipokrasi asas akhlak'
Hobi : Melalaikan orang dari mengingati Allah, menggoda manusia lalu menyesatkannya
Cita cita : Supaya semua makhluk di muka bumi ini menjadi kafir

Tempat Operasi & Rakan setugas
Sukan (yg tidak digemari) : Acara Langkah seribu (Semasa Malaikat Maut ingin mencabut nyawa)
Kelemahan diri : Bila Manusia membaca istighfar
Mentor yg dikagumi : Manusia yg mempunyai berkelebihan lebih dari dirinya
Logo : Sebarang tatoo
Pejabat operasi : Tandas,bilik air, tempat yang bernajis dan kotor serta tempat-tempat maksiat
Rakan kongsi : Golongan munafik serta syaitan-syaitan dari kalangan jin dan manusia
Sumber pendapatan : Segala harta yang diperoleh dengan jalan haram dan riba
Jenis perkhidmatan : Menggalakkan manusia mengerjakan kemungkaran dan derhaka terhadap Allah SWT
Tempoh perkhidmatan: Sehingga hari khiamat
Matlamat Sebenar : Membawa Anak cucu Adam bersama-sama ke Neraka Jahanam
Teman sejawat : Orang yang suka mendiamkan dirinya dari menyatakan kebenaran
Ganjaran : Dosa-dosa kecil/besar dan kemurkaan Allah
Pembantu setia : Orang yang suka mengumpat, mencaci, memaki hamun, menghasut, pendengki dan pendendam

Pengalaman & Kenangan
Peristiwa yg tak dapat dilupakan : Semasa Allah menjadikan Nabi Adam a.s
Kenangan manis : Di waktu manusia diambang shakratulmaut, mati dalam kekafiran
Kenangan pahit : Manusia yg digodanya mati dalam keimanan
Makanan kegemaran : Daging orang mati, segala najis dan kotoran
Minuman yg digemari : Wiski,brandi,taqila,todi,wine,arak dan semua minuman yg memabukkan
Yang paling ditakuti: Orang mukmin yang bertakwa
Yang paling dibenci : Orang yang sentiasa berzikir dan mengingati Allah
Alat perangkap : Wanita-wanita cantik,model,pelacur,pragawati,dan sebagainya
Saat ajal : Bila tiba waktu yang ditentukan Allah di hari kiamat kelak

Saat mendukacitakan
Yg paling membosankan : Bila tiada lagi manusia yg mahu mengikuti kemahuannya
Tugas yg paling meletihkan : Menganggu manusia kearah kebaikkan kerana Allah Taala
Tugas yang paling disukai : Mengajak melakukan Homoseks,lesbian dan berzina
Janji kepada manusia : Janji janji kosong,angan angan dan tipu daya
Yang membuatnya gembira : Manusia yg mengikut jejak langkahnya
Saat yg mendukacitakannya : Manusia yg mempunyai cita cita untuk bertaubat
Yang membuatnya menangis : Bila Manusia yg disayanginya sujud kepada Allah SWT

dipetik dari nur-addin.blogspot.com

Friday, January 4, 2008

Sajak Nasihat

Di dalam hidup manusia, yang penting ialah BERKAT.
Bila hidup kita berkat, diri ini akan selamat.
Apabila diri selamat, rumahtangga jadi sepakat.
Apabila rumahtangga jadi sepakat, masyarakat jadi muafakat.
Apabila masyarakat jadi muafakat, negara kita menjadi kuat.

Apabila negara menjadi kuat, negara luar jadi hormat.
Apabila negara luar jadi hormat, permusuhan pun tersekat.

Apabila permusuhan tersekat, pembangunan pun meningkat.
Apabila pembangunan pun meningkat, kemajuan menjadi pesat.


TETAPI AWAS, apabila pembangunan meningkat,
kemajuan menjadi pesat, kita lihat bangunan naik bertingkat-tingkat.
Ditengah-tengah itu, tempat maksiat tumbuh macam kulat.
Apabila tempat-tempat maksiat tumbuh macam kulat,

KETIKA ITU manusia mula mengubah tabiat.
Apabila manusia telah mengubah tabiat, ada yang jadi lalat ada yang jadi ulat.
Apabila manusia dah jadi ulat, sembahyang makin hari makin liat.
Apabila sembahyang jadi liat, orang baik ada yang bertukar jadi jahat.
Apabila orang baik bertukar jahat, orang miskin pula nak kaya cepat.
Apabila orang miskin nak kaya cepat, orang tua pula nak mati lambat.
Apabila orang tua nak mati lambat, tak dapat minum madu telan ajerla
minyak gamat.
Yang lelaki, budak budak muda pakai seluar ketat.
Semua nak tunjuk kuat.
Bila berjudi, percaya unsur kurafat.
Tapi hidup pula yang melarat.
Tali kasut dah tak berikat.
Rambut pun jarang sikat.

Yang perempuan, pakai mini sekerat.
Suka pakai baju ketat.
Suka sangat menunjukkan pusat.
Hingga tak pedulikan lagi batasan aurat.
Pakai pulak yang singkat-singkat.
Kadang-kadang ternampak benda 'bulat'.
Bila jadi macam ini, siapa lihat pasti tercegat.
Silap gaya jadi gawat, bohsia bohjan lagi hebat.
Duduk jauh berkirim surat .
Bila berjumpa, tangan berjabat.
Kemudian pakat lawan peluk siapa erat.
Masa tu, nafas naik sampai tersekat-sekat.
Usah peduli agama dan adat.
Usah takut Allah dan malaikat.
Yang penting apa kita nak buat?
Kita 'bukti' lah kita buat.
Akhirnya perut kempis dah jadi bulat.
Apabila perut kempis dah jadi bulat, maka lahirlah
pula anak-anak yang tak cukup sifat.
Bila anak-anak tak cukup sifat, jam tu kita tengok bayi dibuang di
merata tempat.

MAKNANYA KETIKA ITU, IBLIS MULA MELOMPAT.
Dia kata apa? Habis manusia dah masuk jerat.
Habis manusia telah tersesat.
Inilah dia fenomena masyarakat.
Oleh itu wahai saudaraku dan para sahabat,
Marilah kita pakat mengingat,
Bahawa dunia hari ini makin singkat,
Esok atau lusa mungkin kiamat,
Sampai masa kita semua akan berangkat! .
Berangkat menuju ke negeri akhirat.
Di sana kita akan ditanya apa yang kita buat.
Masa tu, sindri mau ingat.
Umur mu banyak mana mu buat ibadat...?
Zaman muda mu, apa yang telah mu buat...?
Harta benda anta, dari mana anta dapat...?
Ilmu anta, adakah anta manafaat...?
Semoga ianya dapat mengingatkan kita supaya segera
meninggalkan maksiat dan memperbanyakkan ibadat.

(Petikan ucapan Ustaz Hj. Akil Hayy Rawa.)

Thursday, January 3, 2008

Khutbah Terakhir

Khutbah ini disampaikan pada 9 Zulhijjah Tahun 10 Hijrah di Lembah Uranah, Gunung Arafah

Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahawa sesungguhya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu, segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.

Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Qur an dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMU kepada hamba-hambaMu.

Wednesday, January 2, 2008

Cerita Seekor Anjing Kecil

Seekor anak anjing yang kecil, sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : “Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya boleh mengangkat banyak barang untuknya, saya rasa binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya”, ujarnya dengan sinis.

Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor lembu di kandang sebelah berkata : “Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab Cik Puan di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini”, dengan nada menhina.

Teriak seekor keldai : “Hai lembu, kedudukanmu lebih rendah dari saya, saya memberi bulu bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga.

Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah menghalau tikus-tikus dari ladang itu. Semua binatang sepakat si anjing kecil itu adalah mahluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan apapun kepada keluarga itu.

Terhina oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat yang sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi…..

Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu bertanya keluh kesah si anjing kecil itu.

“Saya tidak dapat memberikan khidmat kepada keluarga disini, sayalah hewan yang paling tidak berguna disini.”

Kata anjing tua itu : “Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak boleh memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak boleh kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Yang Maha Pencipta untuk membawa kegembiraan. ”

Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan kelihatan amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria.

Akhirnya pemilik ladang itu memeluk dia erat-erat dan mengosok kepalanya, serta berkata : “Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi ceria, bila kau menyambutku semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini, kecil kecil kamu telah mengerti artinya kasih……. ..”

Moralnya:

Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya. …

Dan jangan sombong jika kamu merasa banyak melakukan beberapa hal pada orang lain, karena orang yang sombong dibenci oleh semua orang.

Tuesday, January 1, 2008

Semangkuk mi panas!!

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa wang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melaluai sebuah kedai menjual mi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk mi, tetapi ia tidak mempunyai wang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Cik, apakah awak ingin memesan semangkuk mi?” ” Ya, tetapi, aku tidak membawa wang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan memberinya secara percuma” jawab si pemilik kedai. “Silah duduk, aku akan memasakkan mi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk mi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa Cik?”
Tanya si pemilik kedai.
“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk mi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Cik mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk mi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak mi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal ini. “Mengapa aku tidak berpikir tentag hal ini? Untuk semangkuk mi dr orang yg baru kukenal, aku begitu
berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan sikap tak peduli kepadanya. Dan hanya karena persoalan yang mudah dan remeh, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan minya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku
telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan
kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA;

TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.

PIKIRKANLAH HAL ITU??
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG DISUKAI OLEH YANG MAHA AGUNG.